Batubulek, Lintau, mataandalas.id. “Ke sawah pagi membawa cangkul, Padi menguning Indah Berseri, Keturunan Lebai Sabak Berkumpul, Menyambung Kasih Sepenuh Hati”.
“Ke Pasar Lintau Membeli Petai, Pulang Membawa Buah Rambutan, Muhammad Bin Makati nama di kenang sampai, Lebai Sabak menjadi akar keturunan”
Dua pantun ini menjadi suatu kenangan yang tidak akan terlupakan bagi seluruh keluarga besar keturunan Lebai Sabak yang tersebar di Perak, Malaysia setelah berjumpa dengan keluarga leluhur orang tua mereka yang berada di Jorong Kawai dan Jorong Aua Duri,Nagari Batubulek Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Jum’at/04-09-2026.
Dengan satu anaknya yang masih hidup sampai sekarang yang bernama Mak Cik Halimah membawa anak, menantu, cucu keturunan Lebai Sabak (Muhammad Bin Makati) sebanyak 43 orang mengunjungi tanah leluhur orang tuanya dari tanggal 31 Agustus sampai dengan 09 September.Dan sebelum sampai di Jorong Kawai mereka juga telah mengunjungi Dumai, Siak, Pekanbaru, Bukittinggi dan Padang.
Menurut sejarah yang disampaikan salah seorang keluarga Muhammad Bin Makati yang berada di Jorong Kawai H. Syafriwal yang di dampingi adik kandungnya Hasan Basri (Mak Laweh) ke Mataandalas.id menjelaskan, berawal dari tahun 1926,nama Muhammad kalau di kampung namanya Buyung Muhammad berangkat ke Perak Malaysia dari Muara Sabak,Jambi dengan memakai perahu.Beliau membuat sebuah kampung di Perak tepatnya di Parit 9.Karena beliau mengajar mengaji maka terkenal dengan sebutan Lebai Sabak. Setelah menikah mempunyai anak sebanyak 6 orang. Satu orang masih hidup, Mak Cik Halimah.
Muhammad Bin Makati kembali pertama kali ke Indonesia tahun 1971.Semenjak itulah kembali terjalin hubungan silaturahmi keturunan Muhammad Bin Makati dengan tanah leluhur yang ada di Indonesia. Hubungan ini tetap terjalin dengan berkunjung dalam dua tahun sekali. Semoga ini tetap terjalin dengan baik dan jangan sampai putus hubungan ini., kata H. Syafriwal.
(Efdirijal)







