Batubulek, (mataandalas.id) – Pelaksanaan Pelatihan Pengelolaan Sampah di Nagari Batubulek dibuka Camat Lintau Buo Utara Rifka Akbar, S. STP, MM. Hadir pembukaan tersebut Wali Nagari Batubulek Andi Musdar,Seknag Serli Asril, Kasi PMN Kecamatan,PD dan PLD, Ketua KAN Musrinal Dt. Cumano, Ketua Pemuda Batubulek Yogi MZ, Kepala Jorong serta peserta pelatihan yang diadakan lantai 2 Kantor Wali Nagari Batubulek, Rabu/23-09-2026.
Diawal acara Seknag menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakan pelatihan ini sebagai pemahaman pemilahan sampah di masyarakat terutama sampah organik dan anorganik serta memberikan keterampilan praktis tentang pembuatan Kompos serta daur ulang sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif berbasis limbah rumah tangga.Pelatihan berlangsung selama 2 hari dari tanggal 23-24 September 2026 yang diikuti sebanyak 15 orang peserta dalam hal ini seluruh Pengurus Bank Sampah Batubulek dengan menggunakan sumber dana dari APB Nagari Batubulek Tahun Anggaran 2026.
Selain itu Wali Nagari Batubulek Andi Musdar dalam arahannya melaporkan kepada Camat awal mula berdirinya Bank Sampah Batubulek.
“Dari mulai berdirinya Bank Sampah Batubulek ini seluruh pengurus langsung bergerak cepat tanpa menunggu perintah dari Wali dalam mensosialisasikan tentang sampah ini di tengah-tengah Masyarakat.Sehingga sampai saat seluruh pengurus tetap eksis memajukan Bank Sampah Batubulek ini”
Dalam arahan singkat Camat Lintau Buo Utara menekankan bagaimana Tata kelola Bank Sampah yang baik.
“Dengan adanya Pelatihan Pengelolaan Sampah di Nagari Batubulek, kita berharap kepada seluruh Pengurus agar Tata kelola Bank Sampah ini bisa berjalan dengan baik, mempunyai Program Kerja yang jelas serta memanfaatkan peluang-peluang yang bisa di lakukan demi kemajuan Bank Sampah Batubulek kedepannya. Silahkan berkolaborasi dengan Nagari tetangga agar pengelolaan Sampah bisa berjalan dengan baik”, kata Camat.
Selaku Narasumber di hari pertama langsung Kadis Perkim LH Kabupaten Tanah Datar Januar Pempri, S. ST. MT memaparkan bahwa saat ini Tanah Datar saat ini mempunyai lahan TPA sekitar 3 Ha.Pengangkutan sampah ke TPA 45,337 Ton/hari,yang tidak tertangani sekitar 60,0939 Ton/hari,yang di dominasi Sampah rumah tangga sebanyak 73,5 %.
Bank Sampah yang ada di setiap Nagari sangat berperan aktif terutama untuk mengkampanyekan ke masyarakat untuk memilah sampah dari sumber serta mengurangi pembakaran sampah itu sendiri.
Masyarakat harus memahami perbedaan bak sampah dengan bank sampah. Bak sampah penampungan sampah sedang bank sampah tempat penampungan sampah yang sudah dipilah di rumah untuk ditabung dan menghasilkan uang.
Untuk bisa berjalannya Bank Sampah di Nagari dalam penjemputan sampah ke rumah warga, tentu perlunya aturan di Nagari atau Pernag tentang sampah ini.
Kadis menekankan ke Pemerintah Nagari tentang Pernah Sampah.
“Bagi Bank Sampah yang belum ada Pernag tentang Sampah agar segera di terbitkan. Karena jika Pernag belum ada, maka gerakan Bank Sampah akan terhambat”.Kata Kadis.
Di hari pertama juga berlangsung diskusi bersama. -Efdirijal













