SARUASO, TANAH DATAR, (Mataandalas) – Nagari Saruaso kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang olahraga dan keagamaan. Di bawah kepemimpinan Wali Nagari Saruaso, Agusrimayanto, Ama.Pd., S.H., semangat membangun nagari terus diwujudkan melalui pembinaan prestasi, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta sinergi bersama tokoh masyarakat dalam menjaga generasi muda.
Dua capaian membanggakan hadir dalam waktu yang bersamaan. Di bidang olahraga, Agusrimayanto, Ama.Pd., S.H., yang mengemban amanah sebagai Ketua Umum sekaligus pelatih cabang olahraga (cabor) wushu Kabupaten Tanah Datar, turut berperan dalam pembinaan atlet yang berhasil meraih 2 medali emas, 1 medali perak, dan 3 medali perunggu pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat.
Raihan enam medali tersebut menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Tanah Datar sekaligus menjadi bukti pentingnya pembinaan atlet yang terarah, disiplin, dan berkesinambungan. Prestasi ini juga diharapkan mampu memotivasi generasi muda Nagari Saruaso untuk terus mengembangkan potensi, menjunjung sportivitas, serta berani bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Gerakan Satu Rumah Satu Hafizh, Saruaso Raih Peringkat Harapan I
Tidak hanya di gelanggang olahraga, Nagari Saruaso juga menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi Qurani. Dalam kegiatan Wakaf 1.000 Hafizh Tahun 2026 tingkat Kabupaten Tanah Datar, Nagari Saruaso berhasil meraih Peringkat Harapan I sebagai nagari dengan jumlah stiker program Satu Rumah Satu Hafizh terbanyak.
Program Satu Rumah Satu Hafizh merupakan salah satu program unggulan Bupati Tanah Datar yang mendorong setiap keluarga untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan menghadirkan generasi penghafal Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Capaian tersebut tidak terlepas dari partisipasi masyarakat, dukungan keluarga, serta keterlibatan berbagai unsur nagari dalam menyukseskan gerakan tersebut. Banyaknya stiker yang terpasang menjadi gambaran partisipasi masyarakat dalam mendukung program, sekaligus menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan pembelajaran dan pengamalan Al-Qur’an di lingkungan keluarga.
Bagi Nagari Saruaso, keberhasilan ini bukan sekadar penghargaan, melainkan sebuah tanggung jawab untuk melanjutkan pembinaan keagamaan agar anak-anak dan generasi muda tumbuh dengan bekal ilmu, iman, dan akhlak yang baik.
Bergandengan Tangan Mengantisipasi Penyakit Masyarakat
Wali Nagari Saruaso, Agusrimayanto, Ama.Pd., S.H., memahami bahwa prestasi olahraga dan penguatan pendidikan agama harus berjalan beriringan. Keduanya menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang sehat, produktif, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Sebagai bentuk antisipasi terhadap berbagai penyakit masyarakat, Pemerintah Nagari Saruaso terus mendorong kebersamaan dan kolaborasi dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, serta seluruh unsur yang berada di Nagari Saruaso.
Sinergi ini berlandaskan falsafah Minangkabau, “Tungku Tigo Sajarangan, Tali Tigo Sapilin,” yang mengajarkan pentingnya keselarasan peran adat, agama, dan unsur pemerintahan dalam membimbing kehidupan bermasyarakat.
Melalui kebersamaan tersebut, upaya pencegahan berbagai perilaku negatif dapat dilakukan secara lebih terarah, mulai dari penguatan pendidikan agama, pembinaan karakter generasi muda, pengembangan kegiatan olahraga, hingga peningkatan peran keluarga dan lingkungan masyarakat.
Pendekatan yang mengedepankan keteladanan, pembinaan, musyawarah, dan kepedulian bersama diharapkan mampu menciptakan lingkungan nagari yang aman, harmonis, serta mendukung tumbuh kembang generasi muda ke arah yang lebih positif.
Prestasi Olahraga dan Al-Qur’an, Dua Kekuatan Membangun Nagari
Keberhasilan di bidang wushu dan capaian dalam program Satu Rumah Satu Hafizh memperlihatkan bahwa pembangunan sumber daya manusia membutuhkan keseimbangan antara kecerdasan, kesehatan jasmani, kekuatan mental, dan nilai-nilai spiritual.
Olahraga membentuk kedisiplinan, keberanian, kerja keras, dan sportivitas. Sementara itu, pendidikan Al-Qur’an menanamkan keimanan, akhlak mulia, serta tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
Wali Nagari Saruaso bersama seluruh unsur masyarakat diharapkan terus memperkuat sinergi tersebut agar prestasi yang diraih tidak berhenti sebagai kebanggaan sesaat, tetapi menjadi pijakan untuk membangun masa depan nagari yang lebih baik.
Nagari Saruaso bertabur prestasi: enam medali dari gelanggang wushu, Harapan I dalam gerakan Satu Rumah Satu Hafizh, dan semangat kebersamaan untuk menjaga generasi.
Dengan semangat Tungku Tigo Sajarangan, Tali Tigo Sapilin, Nagari Saruaso terus melangkah membangun masyarakat yang berprestasi, religius, harmonis, dan berdaya saing demi terwujudnya generasi masa depan yang membanggakan Kabupaten Tanah Datar.













