Mata Rakyat Jantung Peristiwa
Indeks
banner 728x250

Warga Keluhkan Proyek Jalan BTN Kerinci, Akses Rumah Dibongkar Tanpa Pengganti

banner 120x600
banner 468x60

PELALAWAN, (Mataandalas) – Pengerjaan proyek di Jalan BTN Kerinci, Kabupaten Pelalawan, dikeluhkan warga karena pembongkaran parit di depan rumah disebut dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya dan belum disertai akses pengganti.

Keluhan tersebut disampaikan Dedi, salah seorang warga yang terdampak pekerjaan proyek. Ia mempertanyakan tidak adanya pemberitahuan sebelum pembongkaran dilakukan karena kondisi tersebut membuat akses keluar-masuk menuju rumah warga menjadi terganggu.

banner 325x300

“Kami warga merasa tidak dihargai, kenapa tidak ada surat pemberitahuan sebelumnya pembongkaran parit di depan tempat kami tinggal yang menyebabkan akses kami akan sangat terganggu,” ujar Dedi, Kamis (3/9/2026).

Menurut Dedi, akses pengganti bagi warga juga belum disiapkan. Ia mempertanyakan apakah penyediaan akses darurat menjadi tanggung jawab pihak pelaksana atau harus dibuat secara mandiri oleh warga.

“Seharusnya disiapkan dulu akses pengganti sebelum dibongkar,” katanya.

Dedi menilai pengerjaan seharusnya dilakukan secara bertahap sehingga tidak seluruh akses rumah warga terdampak dalam waktu bersamaan. Menurutnya, apabila beberapa rumah sedang berada di lokasi pengerjaan, setidaknya harus tetap disediakan satu akses yang dapat digunakan warga.

“Akses pengganti nggak disiapkan. Harusnya pekerjaan proyek itu kan diangsur. Jika ada beberapa rumah, harusnya ditinggalkan satu akses biar bisa keluar masuk. Ini sudah salah prosedur,” tegasnya.

Selain persoalan akses, Dedi juga menyoroti durasi pengerjaan proyek. Ia menyebut proyek tersebut telah berlangsung lebih dari tiga bulan, sementara panjang ruas jalan yang dikerjakan diperkirakan sekitar satu kilometer.

“Padahal itu proyek lama, Bang, kalau nggak salah tiga bulan lebih. Padahal hanya satu kilometer kalau saya nggak salah Jalan BTN itu,” ungkap Dedi.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan, Irham Nisbar, ST., MT, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Terima kasih atas infonya. Terkait hal tersebut akan segera ditindaklanjuti tim Bidang SDA dan BM. Mudah-mudahan solusinya bisa dilaksanakan,” ujar Irham melalui pesan WhatsApp.

Dengan adanya tindak lanjut tersebut, warga berharap persoalan akses keluar-masuk rumah selama pengerjaan proyek dapat segera diselesaikan sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu.

banner 325x300

Respon (1)

  1. Bukan akses keluar masuk rumah saja yang terputus, akses jalan juga tertutup, dimana jalan dipenuhi tumpukan tanah bekas galian. Sehingga sangat merugikan para pedagang atau pelaku usaha yang terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2026 @ Mataandalas.id. All right reserved.