Mata Rakyat Jantung Peristiwa
Indeks
banner 728x250

Dituding Terlibat Dugaan Penjualan Solar, Driver Dump Truck di Woodyard Bantah dan Siap Tempuh Jalur Hukum

banner 120x600
banner 468x60
Keterangan foto: Ginting, driver dump truck di area Woodyard PT PTSI, Senin (2/11/2026), yang membantah tudingan keterlibatan dalam dugaan penjualan solar. (Foto: Dokumentasi/MataAndalas).

PELALAWAN, MataAndalas.id – Seorang pekerja PT PMPA bernama Ginting, yang bertugas sebagai driver dump truck pengangkut tangkos di area Woodyard PT PTSI, membantah tuduhan keterlibatan dalam dugaan penjualan solar di lingkungan kerja. Ginting mengaku dirugikan setelah namanya dikaitkan dengan temuan jeriken kosong bekas solar di area semak-semak.

Kepada Media MataAndalas, Ginting menceritakan peristiwa yang terjadi pada Jumat malam (30/10/2026) sekitar pukul 23.00 WIB hingga Sabtu dini hari (31/10/2026).

banner 325x300

Menurut Ginting, saat itu dirinya sedang beristirahat dari pekerjaan dan mengajari keponakannya mengemudikan dump truck di area Blok HH Woodyard. Ia menyebut kegiatan tersebut dilakukan dengan lampu utama dan lampu kabin kendaraan menyala.

Ginting mengaku sempat melihat kendaraan LV putih yang disebut dikemudikan SVP Woodyard PT PTSI berada di lokasi. Namun, kendaraan tersebut kemudian pergi tanpa menghampirinya.

“Tidak lama setelah itu, datang LV berwarna silver yang dikemudikan Rinto Pasaribu. Kendaraan tersebut berhenti di sekitar simpang Blok HH dengan lampu dimatikan,” ujar Ginting, Senin (2/11/2026).

Ia mengaku tidak mengetahui tujuan kendaraan tersebut dan tetap fokus mengajari keponakannya.

Ginting menegaskan bahwa sejak pukul 23.00 WIB hingga sekitar pukul 00.55 WIB, hanya dump truck yang dikemudikannya berada di lokasi. Ia membantah tudingan bahwa terdapat dua dump truck di area Blok HH saat kejadian.

Menurutnya, saat pemeriksaan berlangsung, petugas keamanan berulang kali menanyakan keberadaan kendaraan rental berwarna putih yang disebut berada di lokasi.

“Petugas security beberapa kali bertanya kepada saya, ‘Mana rental yang kepala putih tadi? Ke mana rentalnya?’ Saya sudah menjelaskan berulang kali bahwa tidak ada unit lain selain dump truck yang saya bawa,” ungkap Ginting.

Ia mempertanyakan tudingan tersebut karena, menurutnya, Rinto Pasaribu yang berada di sekitar lokasi sejak malam itu seharusnya mengetahui bahwa hanya satu dump truck yang berada di sana.

Sekitar pukul 00.55 WIB, ketika hendak kembali bekerja, Ginting mengaku didatangi kendaraan LV bersama kendaraan lainnya dan petugas keamanan. Ia dan keponakannya kemudian menjalani pemeriksaan.

Ginting menyebut petugas awalnya tidak percaya bahwa hanya ada satu dump truck di lokasi. Saat dirinya dan keponakannya sedang diperiksa, Rinto Pasaribu disebut pergi seorang diri menuju area semak-semak.

“Ketika kami sedang sibuk diperiksa, Rinto justru pergi sendiri ke arah semak-semak. Tidak lama kemudian, dia berbicara berbisik dengan security. Setelah itu, saya dan keponakan dibawa ke lokasi tersebut. Ternyata di sana ditemukan jeriken kosong bekas solar,” jelasnya.

Petugas kemudian memeriksa dump truck yang dikemudikannya, termasuk tangki bahan bakar. Namun, Ginting membantah bahwa jeriken kosong maupun bekas solar yang ditemukan merupakan miliknya atau berkaitan dengan dirinya.

“Saya tidak tahu ada jeriken kosong di situ. Saya juga tidak mengetahui asal-usulnya. Tidak ada bukti bahwa jeriken itu milik saya atau saya melakukan penjualan solar. Namun, laporan dugaan penjualan minyak tetap dibuat,” ungkapnya.

Ia juga menyebut persoalan tersebut kemudian dibahas oleh pengawas area kerja dan dalam rapat perusahaan. Menurutnya, informasi tersebut telah menyebar dan berdampak terhadap nama baiknya.

Atas kejadian itu, Ginting menyatakan keberatan dan mempertimbangkan menempuh jalur hukum bersama pihak perusahaan tempatnya bekerja.

“Saya tidak terima dituduh melakukan sesuatu yang tidak saya lakukan. Saya ingin persoalan ini diluruskan dan nama baik saya dipulihkan,” tegasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Media MataAndalas, Rinto Pasaribu memberikan penjelasan bahwa dirinya tidak melihat secara langsung adanya aktivitas jual beli solar.

“Sebenarnya saya tidak melihat adanya aktivitas jual beli solar, akan tetapi saya selaku pengawas truck PEACH yang ditugaskan di area storage, melihat kejanggalan di mana truck rental yang sudah selesai bongkar kayu standby dan mondar-mandir di area Blok CC,” jelas Rinto, Senin (2/11/2026).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2026 @ Mataandalas.id. All right reserved.