PELALAWAN, (Mataandalas) – Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti ruang tahanan Polres Pelalawan saat kegiatan penyuluhan agama dan tausiah digelar, Kamis 10 September 2026. Kegiatan ini diprakarsai oleh Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Pelalawan, Rusdianto SE, yang hadir bersama rombongan Jamaah Tabligh asal Dumai.
Dalam agenda ini, turut hadir pula tokoh jamaah, Abdul Wahab dan Aris, serta H. Irlanda. Kedatangan mereka di balik jeruji besi bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah misi kemanusiaan untuk memberikan penguatan mental dan spiritual bagi para tahanan.
Ketua Rusdianto SE menyampaikan pesan mendalam agar para tahanan tidak larut dalam penyesalan, melainkan menjadikan masa tahanan sebagai momen untuk memperbaiki diri.
“Cobaan ini adalah bagian dari perjalanan hidup. Jangan biarkan masa lalu membelenggu masa depan. Tetaplah semangat, tabah, dan jadikan sujud dalam salat lima waktu sebagai penenang hati untuk kembali ke jalan yang benar,” ujar Rusdianto SE dengan penuh motivasi.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan Jamaah Tabligh, Abdul Wahab, menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan Sang Pencipta dalam kondisi apa pun. “Hidayah bisa datang kapan saja dan di mana saja. Selama napas masih berhembus, pintu ampunan selalu terbuka bagi mereka yang mau memperbaiki diri,” tambahnya.
Kehadiran para tokoh ini memberikan warna baru bagi para tahanan. H. Irlanda yang turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, berharap agar pesan-pesan positif yang disampaikan dapat menjadi bekal bagi para tahanan saat kembali ke tengah masyarakat nantinya.
Kegiatan penyuluhan ini diakhiri dengan doa bersama, di mana para tahanan tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Langkah yang diambil Rusdianto SE dan Jamaah Tabligh ini menjadi cermin bahwa setiap individu, terlepas dari kesalahan masa lalunya, tetap berhak mendapatkan perhatian dan tuntunan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.







