PELALAWAN (MataAndalas) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pelalawan Tengku Zulfan, mewakili Bupati Pelalawan, menerima kunjungan Tim Penyuluhan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI AD Wilayah Riau di Ruang Rapat Kantor Bupati Pelalawan, Kamis (27/8/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Brigjen TNI Dedy. Kegiatan ini bertujuan memperkuat upaya pencegahan Karhutla melalui edukasi kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pelalawan Zulfan, Kepala Dinas PUPR Irham Nisbar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Eko Nofitra, perwakilan Polres Pelalawan, perwakilan Kejaksaan Negeri Pelalawan, serta sejumlah unsur terkait lainnya.
Dalam pertemuan itu, Kalaksa BPBD Pelalawan Zulfan memaparkan kondisi terkini penanganan Karhutla di Kabupaten Pelalawan, khususnya di Kecamatan Kerumutan dan Desa Rantau Baru yang hingga kini masih menjadi fokus tim gabungan.
“Di Kerumutan, penanganan masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api, masyarakat sekitar hingga perusahaan. Saat ini sekitar 70 persen api sudah berhasil dipadamkan dan tersisa beberapa titik yang masih dalam proses pemadaman serta pendinginan,” jelasnya.
Ia menjelaskan, penanganan Karhutla di Kerumutan saat ini melibatkan sekitar 330 personel, 18 unit alat berat, serta 71 mesin pemadam dari berbagai tipe.
Berdasarkan data sementara, luas lahan yang terbakar di Kecamatan Kerumutan mencapai sekitar 969 hektare. Sementara di Desa Rantau Baru, luas lahan terbakar telah mencapai lebih dari 400 hektare.
“Khusus di Rantau Baru, kami fokus melakukan pemblokiran agar api tidak merambat ke permukiman masyarakat, karena lokasinya cukup dekat dengan perkampungan,” tambahnya.
Sementara itu, Brigjen TNI Dedy menegaskan, kegiatan penyuluhan Karhutla bertujuan membangun kesadaran masyarakat agar kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak dini.
Menurutnya, penanganan Karhutla tidak cukup hanya mengandalkan proses pemadaman. Upaya tersebut juga harus diiringi edukasi, perubahan perilaku masyarakat, serta kolaborasi seluruh pihak agar jumlah titik panas (hotspot) dapat terus ditekan pada tahun-tahun mendatang.
Mewakili Bupati Pelalawan, Sekda Tengku Zulfan menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian Mabes TNI AD dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan Karhutla di Kabupaten Pelalawan.
“Kami menyambut baik kegiatan penyuluhan ini. Penanganan Karhutla membutuhkan kolaborasi dan koordinasi semua pihak, tidak hanya dalam pemadaman, tetapi juga bagaimana kita bersama-sama mencegah kebakaran agar tidak kembali terjadi,” ungkapnya.
